Headlines

0
RELIGI:Kebebasan Sejati Hanya Ada Di Dalam Tuhan RELIGI:Kebebasan Sejati Hanya Ada Di Dalam Tuhan

Kebebasan sejati hanya dapat ditemukan di dalam Allah, dan dalam kesetiaan merangkul Salib. YUPIWO APOGO |NEWS © 2017 Religion      ...

1
RELIGI:Bertobatlah Sebelum Tak Ada Lagi Kesempatan RELIGI:Bertobatlah Sebelum Tak Ada Lagi Kesempatan

Renungan Malam  :  Bertobatlah Sebelum Tidak Ada Lagi Kesempatan |  Renunganhariini.com YUPIWO APOGO |NEWS © 2017 Religi          ...

0
Petisi Rahasia Tuntut Referendum Papua Barat Disampaikan Ke PBB Petisi Rahasia Tuntut Referendum Papua Barat Disampaikan Ke PBB

Foto :Tuan,Benny Wenda   YUPIWO APOGO |NEWS © 2017 INTERNASIONAL : PBB Sumber Berita          : ABC.Net.Au Sebuah petisi rah...

0
PUISI: DI PEKAT MALAM PUISI: DI PEKAT MALAM

Pekat malam di kota hollandia/dok Piribadi YUPIWO APOGO |NEWS © 2017 PUISI: DI PEKAT MALAM Malam ini bulan purnama Semua terliha...

RELIGI:Kebebasan Sejati Hanya Ada Di Dalam Tuhan

Posted by Admin:Yupiwo Apogo News | Kamis, 09 November 2017 | Posted in , ,

Kebebasan sejati hanya dapat ditemukan di dalam Allah, dan dalam kesetiaan merangkul Salib.
Kebebasan sejati hanya dapat ditemukan di dalam Allah, dan dalam kesetiaan merangkul Salib.
YUPIWO APOGO |NEWS © 2017
Religion                      
Sumber Berita           : Jalan Kecil.Com

Kebebasan merupakan suatu kata yang kuat. Karena kerinduan akan kebebasan, seorang yang miskin secara materi dapat bekerja keras untuk keluar dari jurang kemiskinan, seorang wartawan dapat dengan gigih menyampaikan berita yang mengungkapkan ketidakadilan, seorang dokter dapat melakukan berbagai penelitian medis untuk mencari obat dari penyakit yang mematikan, suatu bangsa dapat bangkit melawan perbudakan, dan sebuah rezim pemerintahan yang lalim dapat digulingkan. Kehendak bebas merupakan suatu anugerah Allah yang diberikan secara istimewa bagi manusia.
Akan tetapi, menjadi sesuatu yang sungguh amat membahayakan dan merusak kemanusiaan manakala kebebasan diartikan sebagai penyangkalan sepenuhnya terhadap hukum Tuhan. Kebebasan bukanlah kesewenang-wenangan, bukanlah semata-mata untuk menghendaki yang jahat. Celakalah orang yang memperjuangkan kebebasan manusia untuk hidup, tetapi disaat yang sama membenarkan aborsi yang melenyapkan kehidupan. Celakalah orang yang berusaha meningkatkan kualitas hidup manusia di bidang medis, tetapi disaat yang sama membenarkan euthanasia. 
Celakalah suatu bangsa yang berjuang untuk kemakmuran rakyatnya dengan menjajah bahkan memperbudak yang lain. Celakalah suatu kelompok masyarakat yang menghendaki kemapanan ekonomi, namun memalingkan wajah dari kemiskinan, membiarkan ketidakadilan, dan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan itu. 

Bilamana demikian, maka sebenarnya itu bukanlah kebebasan, melainkan penghinaan terhadap tujuan utama dari kebebasan itu sendiri, penyangkalan terhadap martabat kemanusiaan yang mulia, dan perlawanan terhadap Hukum Tuhan yang akhirnya berujung pada kebinasaan. Kebebasan palsu yang demikian berasal dari si Jahat, bapa segala dusta.
Pahamilah ini! Segala hukum manusia hanya dapat mendatangkan kebebasan sejati, manakala dibuat sejalan dengan hukum Tuhan. Hukum manusia manapun yang tidak mendatangkan kebebasan semua umat manusia, bukanlah hukum Tuhan. Kekebasan haruslah selalu dikejar untuk mencapai kebahagiaan semua manusia. Tidak ada kebahagiaan sejati di luar Tuhan. Kebebasan bukanlah penyangkalan terhadap hukum Tuhan, bukan pula ketidaksetiaan merangkul misteri salib. Oleh karena itu, ketaatan kepada kehendak Allah, kesetiaan untuk menjalankan hukum-hukum.

Tuhan, serta ketekunan menapaki jalan Saliblah, yang pada akhirnya akan membebaskan kita. “Asal sungguh mau engkau dapat menepati hukum, dan berlaku setia pun dapat kaupilih.” (Sir.15:15) Jangan melihat kesetiaan akan hukum Tuhan sebagai sesuatu yang membebani, sehingga kita mencoba mencari celah-celah hukum untuk terbebas darinya. Lihatlah keindahan hukum Tuhan sebagai suatu panggilan suci untuk mengalami libertas filiorum Dei, kebebasan sejati anak-anak Allah. 

Ketidaksetiaan akan hukum Tuhan sebenarnya berarti kejatuhan dari kebebasan ke dalam belenggu dosa dan kuasa maut yang membinasakan. Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus menegaskan kembali bahwa kehadiran-Nya, kebebasan sejati yang Ia tawarkan, bukanlah untuk meniadakan atau membatalkan hukum-hukum Tuhan, melainkan untuk menggenapinya. Serangkaian aturan hukum Taurat yang dikemukakan dalam bacaan Injil hari ini, memperoleh makna baru di dalam Yesus. Asalkan kita sungguh-sungguh setia, seturut rahmat Tuhan, hukum-hukum-Nya akan terukir di hati kita, dan kita akan dengan penuh kerinduan mencari kehendak-Nya, karena kesadaran bahwa hanya dalam ketaatan mutlak kepada hukum Tuhanlah kita akhirnya menemukan kebebasan kita yang sejati. Barangsiapa dengan sungguh-sungguh dan penuh cinta melaksanakan segala hukum Tuhan, pada akhirnya, sebagaiamana kata-kata rasul Paulus, “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” (1Kor.2:9)

Pandanglah Perawan Maria, Bunda Kebijaksanaan. dalam dirinya Gereja melihat seorang hamba Tuhan yang tak bercela dalam kesetiaan akan hukum Tuhan. Maria telah mencari Tuhan dengan segenap hati. Kini, dia memperoleh kebebasan sejati, dan karenanya beroleh kelimpahan anugerah surgawi. Suatu kebebasan sebagai anak Allah yang diawali dengan kalimat sederhana, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut kehendak-Mu.” Semoga Bunda Maria senantiasa menuntun kita, laksana Bintang Timur, yang menunjukkan jalan kesetiaan menuju Allah, sumber kebebasan, harapan dan sukacita kita yang sejati.

( By: Verol Fernando Taole )

RELIGI:Bertobatlah Sebelum Tak Ada Lagi Kesempatan

Posted by Admin:Yupiwo Apogo News | Kamis, 19 Oktober 2017 | Posted in , ,

Bertobatlah Sebelum Tidak Ada Lagi Kesempatan
Renungan Malam : Bertobatlah Sebelum Tidak Ada Lagi Kesempatan | Renunganhariini.com

YUPIWO APOGO |NEWS © 2017
Religi                      : Renungan
Sumber Berita         :Renungan Hari Ini.Com


Syalom saudaraku yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus, renungan kita saat ini berjudul; Bertobatlah Sebelum Tidak Ada Lagi Kesempatan.
Saudaraku, setiap kita harus menyadari bahwa, kalau nafas hidup ini masih kita hirup, itu artinya Tuhan masih memberi kita kesempatan untuk bertobat dan hidup sesuai dengan kehendak-Nya.
Seringkali kita mendengar orang berkata bahwa Tuhan masih memberi saya kesempatan kedua, padahal sesungguhnya tidak ada kesempatan kedua, karena kesempatan untuk kita bertobat itu hanya ada selagi kita hidup, dan bila nafas hidup milik Tuhan ini sudah tiba saatnya diambil kembali oleh Tuhan maka sesungguhnya sudah tidak ada lagi kesempatan kedua. Jadi selama kita masih bernafas, itu artinya masih ada kesempatan, dan jangan sia-siakan kesempatan tersebut untuk bertobat.
Kalau ada begitu banyak kesaksian, mungkin ada orang-orang yang sempat dikatakan mati suri lalu di alam roh ia diperlihatkan oleh Tuhan tentang keadaan neraka atau sorga, kemudian orang tersebut hidup kembali, sesungguhnya itu bukanlah kesempatan kedua baginya, tetapi Tuhan izinkan itu terjadi supaya ia bisa menjadi alat dalam tangan Tuhan untuk melayani pekerjaan Tuhan lebih efektif lagi sesuai dengan apa yang Tuhan rencanakan.
Sesungguhnya kesempatan bagi setiap manusia untuk bertobat hanya sekali, yaitu selama ia masih menghirup nafas hidup. Oleh sebab itu, selagi kita masih menghirup nafas hidup ini, kita harus bisa menguasai seluruh tubuh kita, supaya apapun yang kita lakukan dalam hidup ini, semuanya itu sesuai dengan kehendak Tuhan. Firman Tuhan katakan di dalam;
I Korintus 9 :27 Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.
Disini kita bisa melihat bahwa, Rasul Paulus sendiri, sekalipun dalam tugas pelayanannya memberitakan injil kepada orang lain, ia tidak lupa untuk mempersiapkan masa depannya di kekekalan nanti yaitu dengan cara, ia terus melatih tubuhnya dan menguasainya seluruhnya, karena ia sendiri takut, jangan sampai pada akhirnya, ia sendiri ditolak oleh Tuhan.
Itu artinya tidak ada jaminan bagi siapapun, sekalipun ia adalah rasul atau pendeta, atau penginjil, atau pelayan Tuhan di gereja dalam bentuk apapun, lalu bisa dengan mudah bisa diterima di dalam Kerajaan sorga. Sebab orang yang akan diterima di dalam Kerajaan sorga, hanyalah orang-orang yang melakukan kehendak Allah Bapa di sorga.
Kalau dikatakan “aku melatih tubuhku dan menguasai seluruhnya.” Disini kita harus menyadari bahwa di dalam tubuh ini, ada pikiran, perasaan dan kehendak atau keinginan. Itulah kenapa kita harus berjuang untuk menguasai setiap gerak pikiran kita, perasaan kita dan juga seluruh keinginan kita, supaya baik pikiran, perasaan, serta kehendak diri atau keinginan diri, semuanya itu harus sesuai dengan apa yang Tuhan kehendaki. Itulah kenapa firman Tuhan katakan di dalam;
Filipi 2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
Persoalannya untuk belajar mengerti pikiran Kristus itu tidaklah mudah. Rasul Paulus juga berjuang untuk hal yang satu ini, dan tujuannya hanya satu, supaya ia tetap didapatkan berkenan kepada Allah Bapa di sorga.
Kalau saat ini kita masih tetap membiarkan diri kita terikat dengan cara hidup dunia, itu artinya pikiran, perasaan, serta keinginan kita juga dipenuhi oleh segala sesuatu yang duniawi, dan itulah yang membuat kita tidak akan bisa mengerti pikiran Kritus. Firman Tuhan katakan di dalam;
I Korintus 2:14 Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.
2:15 Tetapi manusia rohani menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dinilai oleh orang lain.
2:16 Sebab: “Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?” Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.
Jadi untuk bisa mengerti apa yang Tuhan kehendaki, maka kita harus melepaskan diri kita dari keterikatan dengan dunia ini. Kita tidak boleh sama lagi dengan dunia, dan itulah yang Tuhan kehendaki.
Roma 12:2 Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Mengambil keputusan untuk merubah cara berpikir, sikap, karakter, seperti yang firman Tuhan katakan “berubahlah oleh pembaharuan budimu” itu bukan suatu hal yang mudah. Sebab untuk merubah karakter yang sudah terbentuk selama bertahun-tahun itu memerlukan perjuangan, dan perjuangannya baru akan berakhir, saat kita dipanggil oleh Tuhan.
Oleh sebab itu, lewat kebenaran ini kita harus semakin sadar bahwa betapa pentinggnya perjuangan untuk melatih dan menguasai seluruh tubuh kita, supaya apapun yang kita lakukan semuanya adalah kehendak Allah.
Selalu saya katakan bahwa, berjuang untuk tetap hidup dalam melakukan kehendak Allah adalah perjuangan untuk menentukan masa depan kita di dalam kekekalan. Orang yang tidak mau berjuang saat ini untuk hidup menurut kehendak Allah, maka dibalik kematian nanti tidak ada lagi kesempatan untuk bertobat.
Itulah kenapa, pada awal renungan ini saya katakan, bertobatlah sebelum tidak ada lagi kesempatan untuk bertobat. Kalau sudah tidak ada lagi kesempatan untuk bertobat, maka tidak ada pilihan lain selain orang-orang seperti ini akan dilemparkan ke dalam lautan api yang menyala-nyala, yang tidak akan pernah padam sampai selama-lamanya. Kiranya kebenaran ini memberkati kita semua. Amin.
Oleh: Pdt.Franky Tutuhatunewa

Petisi Rahasia Tuntut Referendum Papua Barat Disampaikan Ke PBB

Posted by Admin:Yupiwo Apogo News | Rabu, 27 September 2017 | Posted in ,


A portrait of Benny Wenda against a red backdrop.
Foto :Tuan,Benny Wenda  
YUPIWO APOGO |NEWS © 2017
INTERNASIONAL: PBB
Sumber Berita         :ABC.Net.Au

Sebuah petisi rahasia yang menuntut referendum kemerdekaan baru untuk Papua Barat telah dipresentasikan ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pemerintah Indonesia melarang petisi tersebut di provinsi Papua Barat dan Papua, mengancam bahwa mereka yang menandatanganinya akan ditangkap dan dipenjarakan.
Namun dokumen tersebut diselundupkan ke desa-desa yang telah membuatnya ditandatangani oleh 1,8 juta penduduk Papua Barat, lebih dari 70 persen penduduk provinsi tersebut.

Sejumlah aktivis berpendapat bahwa warga Papua Barat tak memiliki proses penentuan nasib sendiri yang sah, sejak wilayah mereka masuk ke Indonesia pada tahun 1969.
Petisi tersebut menuntut pemungutan suara bebas mengenai kemerdekaan Papua Barat serta penunjukkan perwakilan PBB, untuk menyelidiki laporan pelanggaran hak asasi manusia oleh pasukan keamanan Indonesia.
Perdana Menteri Kepulauan Solomon, Manasseh Sogavare, mengatakan bahwa petisi tersebut sangat penting dan masyarakat Papua Barat secara efektif telah memilih untuk menuntut penentuan nasib sendiri.
"Mereka datang dalam jumlah banyak untuk mengungkapkan harapan mereka demi masa depan yang lebih baik," kata Sogavare dalam pidatonya di Majelis Umum PBB.
Juru bicara Gerakan Pembebasan Papua Barat, Benny Wenda, mengatakan bahwa penandatanganan petisi tersebut merupakan "tindakan berbahaya" bagi warga Papua Barat, dengan 57 orang ditangkap karena mendukung petisi tersebut, dan 54 orang disiksa oleh pasukan keamanan Indonesia selama kampanye itu berlangsung.
"Petisi Global untuk Papua Barat, yang dilakukan bersamaan dengan Petisi Rakyat Papua Barat, juga menjadi target dan situs yang awalnya menampung petisi itu, yakni Avaaz, diblokir di seluruh wilayah Indonesia," katanya.
Jason Macleod dari Departmen Studi Perdamaian dan Konflik di Universitas Sydney, mengatakan bahwa petisi tersebut perlu dipahami sebagai "penolakan mendasar" atas klaim kedaulatan Pemerintah Indonesia di Papua Barat.
"Dengan cara yang sangat jelas dan langsung, petisi tersebut mewakili permintaan rakyat Papua atas dekolonisasi dan penentuan nasib sendiri, keinginan mereka untuk secara bebas dan adil menentukan masa depan mereka sendiri," kata Dr Macleod.

Lihat di Tv ABC NEWS:
Ini linknya:https://www.youtube.com/watch?v=VnEKk97N5pw




PUISI: DI PEKAT MALAM

Posted by Admin:Yupiwo Apogo News | Jumat, 22 September 2017 | Posted in ,

Pekat malam di kota hollandia/dok Piribadi
YUPIWO APOGO |NEWS © 2017
PUISI:

DI PEKAT MALAM

Malam ini bulan purnama
Semua terlihat begitu jelas
Langitpun terbuka bebas
Terlihat sejuta bintang-bintang di langit

Aku duduk bersila
Di bawah lampu temaran
Sambil menatap di langit
Yang terbuka disana
Hati ini ingin mengisyaratkan
Hntuk bertemu dengan bintang-bintang disana
Karena aku ingin berbincang di malam yang kelap ini

Tetapi aku tak punya sayap
Untuk bertemu dengan
Bintang-bintang yang terlihat disana

Seandainya
Malam ini malaikat
Mengatarkan ku kesana
Pasti aku mendapatkan
Kelegaan disana

Karya:Wempi W. Doo
Kota Raja,07 Sebtember 2017

#TERPOPULER

#Translate

Tayangan Laman

# FIRMAN TUHAN

# FIRMAN TUHAN

# visitor

Flag Counter